Flash News2020-08-12 09:48:56

Camat dan Lurah se-Bandar Lampung 'Kompak' Mangkir RDP

( words)

Camat dan Lurah se-Bandar Lampung 'Kompak' Mangkir RDP

WARTA LENSA INDONESIA (Bandarlampung, 12/08/2020) - Seluruh camat dan lurah se-Bandar Lampung kompak mangkir dalam agenda rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihelat Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Rabu (12/08/2020) siang tadi.

Panggilan RDP itu sendiri perihal kekisruhan yang kerap terjadi di kota setempat. Akibat adanya pencegahan dari oknum camat atau lurah terhadap para bakal calon kepala daerah (bacalonkada) yang hendak bersosialisasi.

Agenda siang ini juga, tadinya akan membahas tentang masifnya selebaran dan spanduk gelap yang diduga telah mencatut logo KPU-Bawaslu.

Dikutip dari Harian Momentum.com, salah satu staf penerima undangan yang dimintai keterangannya mengaku sempat melihat salah satu lurah yang hadir. Lurah Karangmaritim, Umar Paki. Dia pun sempat mengisi buku tamu.

Namun ketika melihat tidak ada satu pun lurah-camat yang hadir, dia pun kembali keluar dari gedung rapat DPRD kota setempat.

"Tadi sempat dicoret absensinya oleh dia, sebelum keluar gedung," ujar salah satu staf di meja tamu.

Sebelumnya, Ketua Komisi I Hanafi Pulung membuka RDP sekira pukul 10.30 WIB. Meski tanpa kehadiran para camat dan lurah yang sebelumnya telah disurati untuk hadir.

Terkait tidak hadirnya para lurah-camat tersebut, Hanafi Pulung mengungkapkan kekecewaannya.

"Ini pelecehan lembaga dewan, sebab yang kita bahas ini sangat penting," kata Hanafi.

Dia pun akan melaporkan masalah tersebut kepada pimpinan DPRD. Terkait sanksi terhadap para camat-lurah yang mangkir, Hanafi belum bisa memutuskan.

"Nanti setelah kita laporankan baru bisa ketahui apa langkah selanjutnya," jelasnya.

Selain Hanafi, turut hadir Wakil Ketua Komisi I Hendra Mukri, dan beberapa Anggota Komisi setempat: Isfansa Mahani, Benni HN Mansyur, Robiatul Adawiyah, Fandi Tjandra, Ilham Alawi, dan Sidik Efendi.

Dalam RDP tersebut, para legislator menanyai pendapat para penyelenggara pemilu di kota setempat, KPU dan Bawaslu. Terkait banyaknya kekisruhan yang terjadi.

Mulai dari aksi pelarangan sosialisasi bacalonkada oleh oknum aparatur (camat-lurah) hingga adanya spanduk gelap yang mencatut logo KPU-Bawaslu, yang makin masif bertebaran di kota setempat.

Komisioner KPU yang hadir dalam RDP: Fery Triatmojo dan Hamami. Sementara dari lembaga pengawas pemilu yang hadir yaitu Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansyah dan Aggotanya Yahnu Wiguno.

Selain KPU-Bawaslu, turut hadir perwakilan dari Polresta dan Kodim Bandarlampung.

(wali)

Leave a Reply

Post Comment ⇾

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe now to get notified about exclusive offers
from The .... every week!