Flash News2020-08-22 14:11:52

Dang Ike Siap Pidanakan Oknum Penyelengara Pemilu, RT sampai Camat yang 'Main Gila'

( words)

Dang Ike Siap Pidanakan Oknum Penyelengara Pemilu, RT sampai Camat yang 'Main Gila'

WARTA LENSA INDONESIA (Bandarlampung, 22/08/2020) - Bakal Calon Walikota Bandar Lampung, dari jalur non-partai (perseorangan/indenpenden) Ike Edwin menduga adanya 'permainan jorok' dari di-TMS-kannya puluhan ribu suara pendukungnya.  Bahkan secara terang-benderang Dang Ike (sapaan akrab, red) menyebutkan adanya dugaan oknum RT sampai dengan pihak kecamatan yang menginterfensi dalam verifikasi faktual (verfak) tahap II.

Seperti diungkapkannya di Lamban Gedung Kuning, Sukarame, Jumat malam (21/08/2020), Ike Edwin-dr. Zam Zanariah mengungkapkan kelakuan oknum KPU Kota Bandar Lampung yang terindikasi membuang jumlah dukungan mencapai 17 ribu. Sejumlah koordinator tim relawan pasangan itu membuktikan dengan berbagai data lengkap dengan foto, WA, dan sejumlah video.

“Dari data ini kita jadikan sebagai bukti perbuatan pidana para panitia pemilih kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS). Kami akan pidanakanmereka,” kata Dang Ike kepada wartawan dan tim relawan yang mencapai ribuan orang.

Menurutnya, data yang telah dikumpulkan dan diakui KPU sebelumnya mencapai 22 ribu lebih, tapi begitu hendak pleno angkanya menurun, cuma 9 ribuan, Kemana sisanya?”

Kepada tim relawannya, Ike Edwin menegaskan akan membongkar dugaan 'main gila' itu.  “Saya minta relawan untuk memberikan keterangan kepada wartawan harus dengan data lengkap dengan tulisan foto atau WA atau rekaman video call. Jangan katanya katanya,” katanya.

Tercatat baru 11 relawan yang memberikan keterangan pers berikut dengan data lengkap. Mereka menceritakan kelakuan PPS dan PPK yang selalumengurangi jumlah dukungan sampai 90 persen.

“Bahkan ada PPS yang bilang, kami sudah dibayar oleh warga keturunan tanpa menyebut jumlahnya. Ada juga PPK yang menyebutkan kalau dirinya sudah kenahantam, ada yang juga yang menyebutkan lengkap dengan rekaman, semua tergantung arahan Ketua KPU,” kata Dang Ike.

Sebelum menutup jumpa pers, Dang Ike menyebutkan, KPU tidak bisa menggelar pleno tanpa kehadirannya. “Kalau mereka menjalankan pleno tanpa kehadirannya berarti ilegal. Kapolresta Bandar Lampung juga sudah menjamin,” katanya.

Rencana mempidanakan oknum-oknum perusak demokrasi itu tentunnya bukan 'pepesan kosong'.  Pasalnya, mantan Kapolda Lampung berpangkat lengkap Irjen. Pol. Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., M.M. adalah seorang Purnawirawan perwira tinggi Polri yang terakhir menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Sospol Sahli Kapolri.

Sebelumnya, dalam pleno tingkat kota menghasilkan 10.264 data yang memenuhi syarat (MS). Sementara saat pleno di tingkat kecamatan, hanya menghasilkan 9.221 dukungan MS. Ditambah jumlah verifikasi pertama 22.847, total MS 33.111. Ini masih kurang masih kurang 14.753 dari total 47.864 dukungan MS yang dibutuhkan.

Sementara itu, KPU Kota Bandarlampung menyarankan apabila ada keberatan dari bakal calon perseorangan Ike Edwin-Zam Zanariah dapat melakukan upaya hukum terkait materi dalam berita acara hasil rapat pleno verifikasi faktual dukungan perbaikan calon.

Ketua KPU Bandarlampung Dedi Triyadi dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Sabtu mengatakan, bahwa bakal calon perseorangan dapat mengambil langkah hukum dengan mengajukan sengketa di Bawaslu selama 3 hari setelah rapat pleno KPU sejak tanggal 22-24 Agustus 2020 apabila keberatan dengan hasil rapat pleno.

"Pada dasarnya kami, KPU Kota Bandarlampung sudah menjalankan tahapan rapat pleno rekapitulasi berdasarkan PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang jadwal, tahapan dan program," kata dia.

(rilis/kiki)

Leave a Reply

Post Comment ⇾

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe now to get notified about exclusive offers
from The .... every week!