Flash News2020-05-08 20:24:50

Dua Kali Mangkir dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Covid-19, Sunarto Kritisi Herman HN

( words)

Dua Kali Mangkir dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Covid-19, Sunarto Kritisi Herman HN

Bandar Lampung (08/05/2020) - Guru Besar Universitas Lampung (Unila) Profesor Sunarto, kritisi kinerja Walikota Bandar Lampung dalam berkoordinasi guna melakukan pencegahan Covid-19 di Provinsi Lampung.

Hal tersebut dipicu dengan aksi Herman HN yang mangkir dalam dua kali rapat koordinasi yang digelar Pemprov Lampung sepekan terakhir.

“Menjadi tanda tanya besar dalam hal ini, kenapa walikota sampai absen. Bahkan dua kali tidak hadir dalam rapat penting bersama Forkopimda Lampung itu,” jelas Sunarto.

Seperti dilangsir dari laman Sinar Lampung.co, Sunarto mengatakan  seharusnya di tengah kondisi pandemi covid-19 yang sudah menjadi bencana nasional ini, walikota hadir karena menjadi Ketua Gugus Tugas di Bandar Lampung.

“Kalaupun mengirim perwakilan, belum tentu delegasi itu dapat mengambil keputusan saat itu juga,” kata Sunarto.

Sunarto berpendapat, ada banyak faktor yang menyebabkan Herman tidak hadir dalam pertemuan yang penting. Apakah ada kegiatan lainnya, hingga agenda itu dianggap tidak penting atau merasa dapat diwakilkan.

“Atau bisa jadi ngambek, enggan ketemu karena merasa bersalah atau yang lebih ekstrim adalah merasa dirinya paling hebat. Sehingga pertemuan semacam itu dianggap tidak ada manfaatnya. Terserah dari sisi mana yang benar dan silahkan kita menilainya sendiri,” jelasnya.

Selain itu, menurut Sunarto, penetapan Bandar Lampung sebagai zona merah menjadi perigatan agar lebih berhati-hati. Pemerintah pusat memiliki penilaian, mungkin penananganan covid-19 terkesan santai. Padahal Bandar Lampung merupakan Ibukota Provinsi Lampung yang diapid dua zona merah: DKI Jakarta dan Sumatrera Selatan (Sumsel).

"Sebagaimana kita lihat banyak kendaraan plat nopol B maupun BG berseliweran di Bandar Lampung. Pada saat menjelang dan minggu pertama Ramadhan banyak pekerja Migran yang pulang ke Bandar Lampung,” ujarnya.

Seharusnya, kata Prof Sunarto, Pemerintah Kota Bandar Lampung harus lebih cepat mengambil langkah tepat untuk mengantisipasi dan meminimalisir penyebaran Covid-19 pasca Bandar Lampung telah ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19 sejak 28 April 2020.

Sejak saat itu, Pemprov Lampung sudah dua kali mengundang Pihak Pemda Kota Bandar Lampung untuk rapat pembahasan penanganan bencana nasional non alam. Namun Walikota Herman HN tidak pernah hadir untuk membahas keselamatan satu juta rakyat ibu kota Lampung itu.

Rapat pertama digelar pada 29 April 2020. Saat itu yang hadir  hanya Sekretaris Kota Badri Tamam dan Kepala Dinas Kesehatan, Edwin Rusli. Selanjutnya, Pemprov kembali mengundang Pemkot untuk mengadakan rapat kedua terkait zona merah, Selasa (5-5-2020), dan Herman juga tak hadir.

 

(WALI)

Leave a Reply

Post Comment ⇾

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe now to get notified about exclusive offers
from The .... every week!