Flash News2020-03-19 09:35:10

Kasus Pertama Covid-19 (virus corona) Pertama di Lampung, Ini Penjelasan Dinkes Lampung

( words)

Kasus Pertama Covid-19 (virus corona) Pertama di Lampung, Ini Penjelasan Dinkes Lampung

Bandar Lampung (19/03/2020) - Pemerintah Provinsi Lampung, melalui Kepala Dinas Kesehatan Reihana membenarkan adanya kasus positif pertama virus korona di Provinsi Lampung.

Satu warga Lampung yang dinyatakan positif tertular Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM).

“Benar. Di Provinsi Lampung telah ada kasus positif korona pertama, sesuai dengan rilis dari Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah Indonesia terkait corona saat jumpa pers di Jakarta,” ujar Reihana di Aula Bapelkes, Rabu (18/03/2020).

Dikatakannya lagi, status positif korona tersebut merupakan hasil hasil dari uji laboratorium Balitbangkes. Reihana menyebutkan pada Sabtu (14-3), Dinkes Lampung mengirimkan dua sample swab (cairan tenggorokan) ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Rinciannya, satu pasien yang dirawat di RSU A Yani Metro dan satu di RSUAM.

"Untuk pasien yang di RSU A Yani hasilnya negatif. Keadaan pasien dalam keadaan stabil dan membaik," jelasnya.

Dia berharap pasien di RSUAM yang dinyatakan positif tertular corona, bisa melewati masa perawatan dan sembuh.

"Kita berdoa agar pasien bisa melewati masa perawatan hingga sembuh," ujarnya.


Kronologis

Pasien Kepada awak media, Reihana menjelaskan kronologis sebelum pasien yang dinyatakan positif tertular Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM). Dalam keterangannya, pasien pertama kali yang melaporkan pasien adalah anaknya yang berumur 32 tahun.

"Alasannya melapor dikarenakan khawatir, saat mendapat informasi pada 14 Maret 2020 dari perkumpulan jemaat Lampung. Ada satu orang jemaat yang meninggal dunia dengan diagnosa ke-19 di Jawa tengah," jelas Reihana, Rabu (18-3-2020).

Dia menuturkan pada 25 hingga 28 Februari, pasien laki-laki berusia 62 tahun itu menghadiri seminar di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) di Hotel Aston Kota Bogor.

"Tanggal 29 Februari, pasien kembali ke Bandarlampung. Kemudian, mulai merasakan gejala pada 3 Maret 2020, berupa demam, batuk, makan minum mau, tapi susah menelan dan suhu 37 derajat celcius," jelasnya.

Kemudian, pasien memeriksakan kondisi tubuhnya di salah satu dokter praktek di Bandarlampung. Lalu, pasien juga melakukan pemeriksaan laboratorium di RS Advent Bandarlampung.


Antisipasi

Guna mencegah penyebaran dan penularan luas virus Covid-19, Reihana mengatakan, pihaknya akan mengambil swab (cairan tenggorokan) terhadap orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien.

“Kami sudah melakukan tracking (pelacakan), terhadap siapa saja yang pernah melakukan kontak dengan pasien laki-laki berusia 62 tahun itu,” ujarnya. "Kita sudah ada datanya, tinggal melakukan pemeriksaan swab terhadap orang-orang yang ditemui oleh bapak ini," pungkas Reihana. (KIKI)

Leave a Reply

Post Comment ⇾

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe now to get notified about exclusive offers
from The .... every week!