Flash News2020-01-24 21:08:59

Mantri Gadungan

( words)

Mantri Gadungan

Lampung Barat ( 24,01,2020) - mengkhitan kemaluan korban hingga hampir terpotong habis, mantri gadungan yang buron selama empat bulan berhasil ditangkap tim tekab 3-0-8 polres lampung barat, pelaku diamankan atas tindak pidana seseorang yang bukan tenaga kesehatan melakukan praktik seolah-olah sebagai tenaga kesehatan yang memiliki izin, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. kejadian tersebut bermula saat orang tua korban meminta sumiran ( mantri gadungan ) mengkhitan anaknya, bersamaan dengan anak-anak lainnya yang berada di pekon bandar agung, kecamatan bandar negeri suoh, kabupaten lampung barat, awal juli tahun lalu. namun sayang, nasib nahas menimpa bocah sepuluh tahun tersebut, pasca di khitan korban merasa kesakitan dan susah buang air kecil selama satu bulan karna lubang kemaluannya menutup,, mengetahui hal tersebut, wm langsung dibawa kerumah sakit oleh orang tuanya guna menjalani operasi pembuatan saluran pembuangan air seni yang baru. menyadari anaknya menjadi korban mal praktik sumiran, hs ( ayah korban ) melaporan semua kejadian tersebut ke pihak kepolisian akhir september tahun lalu,, mendapati laporan, tim tekab polres lambar langsung bergerak mendatangi kediaman pelaku di pekon bandar agung, kecamatan bandar negri suoh, namun pria berusia 69 tahun tersebut tidak berada ditempat,,, dengan melakukan pemantauan dan penyelidikan terus menerus, tim tekab 3-0-8 polres lampung barat, berhasil menangkap pelaku di tempat persembunyiaannya yang berada di kampung curug, kecamatan gunung labuan, kabupaten way kanan, tengah pekan lalu (22,1),,, dari hasil pemeriksaan penyidik, tersangka sudah puluhan tahun manjadi mantri namun tidak memiliki legalitas dalam hal medis,, serta untuk mendapatkan obat-obatan dan peralatan medis, samiran membelinya di apotik langganannya yang berada di kabupaten pringsewu, lampung. dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa alat medis, bius dan macam-macam obat lainnya. atas perkara tindak pidana yang bukan tenaga kesehatan melakukan praktik seolah-olah sebagai tenaga kesehatan yang memiliki izin, sebagaimana dimaksud dalam pasal 83 junto pasal 64 undang-undang nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, pelaku diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara serta denda paling banyak seratus juta rupiah. Fery - Daniel Ngantung

Leave a Reply

Post Comment ⇾

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe now to get notified about exclusive offers
from The .... every week!