Flash News2020-02-09 07:50:04

Pasokan dari Cina Tersendat, Harga Bawang Putih Meroket

( words)

Pasokan dari Cina Tersendat, Harga Bawang Putih Meroket

Lampung Barat (09/02/2020) - Sejak seminggu terakhir harga bawang putih disejumlah pasar dilampung barat mengalami kelonjakan hingga 100 persen.

Kenaikan harga bawang putih dipasar Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat terjadi sejak sepekan yang lalu.  Bawang putih yang sebelumnya dijual 30 ribu rupiah per kilo kini menjadi 60 ribu rupiah perkilonya.

Melonjaknya harga bawang putih disebabkan terhambatnya pasokan dari china yang saat ini tengah dilanda Virus Corona (2019-nCoV).  Bawang putih asal Negeri Tirai Bambu sendiri memasok 90 persen kebutuhan dalam negeri.

Dampak dari tersendatnya pasokan salah satu bumbu dapur ini membuat para pedagang mengeluh. Selain harga yang terus merangkak naik, Omset penjualan pun menurun  yang  biasanya pedagang bisa menjual sampai 30 kilogram perhari kini hanya 10 kilogram perhari.

“Guyurlah naik ini,karna dampak virus corona ini importir dari china kan di stop dulu dia. Biasa nya perhari itu kita bisa jual 30 kilo sekarang paling habil 10 kilo”. Beber Sayuti, salah satu pedagang bawang putih dipasar pekon Tanjung raya.

Selain itu, tidak sedikit pembeli yang merasa terbebani atas kenaikan bawang putih ini. Mereka berharap agar harga bawang putih cepat berangsur normal.

“Ya asal naiknya gak banyak-banyak ya gak masalah, tapi kalo naiknya banyak kaya gini ya kasian juga yang beli”. Cetus Sumiati, salah satu pembeli bawang putih yang merasa terbebani.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan membenarkan telah terjadi pelonjakan bawang putih diseluruh pasar bahkan eceran dilampung barat akibat terbatasnya pasokan. Saat ini pihak dinas terkait masih menunggu dan mencari informasi terkait tersendatnya pasokan bawang putih ke lampung barat.

“Jadi setelah kita tinjau kelapangan (pasar-pasar) mulai dari Sukau hingga Sumber, memang terjadi pelonjakan yang menyeluruh disemua pasar maupun di eceran yang berada di Lampung Barat akibat terbatasnya pasokan. Solusinya saat ini kita masih menunggu karna kita dapat  informasi tidak hanya dilampung barat saja yang terhambat, namun seluruh Lampung”. Ungkap Yudha Setiawan, Kadis Koperindag Lampung Barat.



FERY/ DANIEL NGANTUNG



 

Leave a Reply

Post Comment ⇾

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe now to get notified about exclusive offers
from The .... every week!