Flash News2020-03-18 09:54:10

Pemerintah RI Datangkan 500.000 Alat Tes Cepat Virus Corona

( words)

Pemerintah RI Datangkan 500.000 Alat Tes Cepat Virus Corona

Jakarta (18/03/2020) - Demi mempercepat hasil tes virus corona atau Covid, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir telah memerintahkan jajarannya untuk untuk memesan ratusan ribu alat tes cepat (rapid test) virus tersebut dari Tiongkok.

Dengan adanya alat tes cepat ini diharapkan pengecekan virus corona bisa dilakukan secara massal.

“Kami sudah memsan sekitar 500.000 (alat rapid test). PT RNI (Rajawalini Nusantara Indonesia) sedang kerja sama dengan Tiongkok itu untuk memproduksi rapid test corona,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Rabu (18/3/2020).

Arya menjelaskan, alat tes cepat yang sedang dipesan menyerupai test pack untuk mengecek kehamilan. dengan menggunakan alat ini hasil tes didapatkan dalam waktu kurang dari tiga jam.

“Walaupun rapid test ini bukan tes terakhir, kalau dia positif (virus corona), dia melangkah lagi ke uji lab. Paling tidak dia sudah punya kepastian tahap awal. Jadi indikasi virus corona langsung diketahui. Kalau sudah ada kecenderungan corona langsung tes swab,” kata Arya.

Dia memastikan, metode tes ini memiliki harganya akan lebih terjangkau dibandingkan tes yang ada saat ini. Namun, dia belum bisa merinci berapa biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk membeli alat ini.

“(Harganya) Enggak mahal. Tunggu saja. Yang pasti lebih murah dari tes di RS (rumah sakit),” ucap dia. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut potensi dana sebesar Rp27,7 triliun untuk penanganan virus corona atau penyakit covid-19.

Dana itu berasal dari realokasi anggaran Kementerian dan Lembaga sekitar Rp5 triliun-Rp10 triliun.

Kemudian, dana transfer daerah sekitar Rp17,7 triliun yang dikontribusikan dari dana bagi hasil, termasuk cukai hasil tembakau, dana bagi hasil Sumber Daya Alam (SDA), dan bagi hasil non-migas, serta dana otonomi khusus, termasuk dana insentif daerah.

"Belanja modal yang bukan prioritas, terutama untuk belanja multiyears yang belum ditenderkan, masih memungkinkan Rp5 triliun-Rp10 triliun untuk realokasi penanganan covid-19. Untuk dana transfer daerah ada Rp17,7 triliun bisa realokasi," terang dia, Rabu (18/3).


(KIKI/internet)

Leave a Reply

Post Comment ⇾

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe now to get notified about exclusive offers
from The .... every week!