WARTALENSAINDONESIA, Way Kanan — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Way Kanan terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan (Sosdiklih) bagi segmen pemilih pemula di SMK Manba’ul Ulum Asshiddiqiyah 11, Kecamatan Gunung Labuhan, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Way Kanan, Hairul Pasya, S.T., dan diikuti 40 siswa. Turut hadir Kepala Yayasan, Ky. Imam Murtadho Sayuthi, Anggota KPU Way Kanan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Ibnu Muslim, Kasubbag Parmas dan SDM Junaidi, serta jajaran staf KPU Way Kanan.
Dalam sambutannya, Hairul Pasya menyampaikan bahwa pendidikan pemilih merupakan program berkelanjutan KPU untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai demokrasi dan kepemiluan, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas demokrasi karena sebagian dari mereka akan menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya pada pemilu maupun pemilihan mendatang.
“Pemilih pemula merupakan gerbang awal bagi lahirnya pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Karena itu, sejak dini generasi muda perlu memahami bahwa memilih bukan sekadar mencoblos, tetapi merupakan bagian penting dalam menentukan arah masa depan bangsa,” ujar Hairul Pasya.
Ia berharap pendidikan pemilih dapat membantu para siswa memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, sekaligus membangun sikap kritis dalam menyikapi berbagai informasi politik yang berkembang di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Yayasan Ky. Imam Murtadho Sayuthi mengapresiasi KPU Kabupaten Way Kanan yang telah memberikan ruang pembelajaran demokrasi kepada para siswa.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan peserta mengenai pemilu serta mendorong tumbuhnya kesadaran untuk berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Bekali Generasi Muda dengan Pengetahuan Kepemiluan
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi yang dimoderatori oleh Kasubbag Parmas dan SDM, Junaidi.
Materi pertama disampaikan oleh Hairul Pasya mengenai peran dan posisi strategis pemilih pemula dalam demokrasi. Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap hak dan kewajiban warga negara serta penggunaan hak pilih secara bijak, rasional, dan bertanggung jawab.
Materi berikutnya disampaikan oleh Anggota KPU Way Kanan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Ibnu Muslim. Ia membahas pentingnya keterlibatan generasi muda dalam Pemilu 2029 serta peran mereka dalam mendorong peningkatan kualitas partisipasi masyarakat.
Ibnu Muslim juga menyoroti perkembangan demografi pemilih yang diperkirakan semakin dipengaruhi oleh Generasi Z dan Generasi Alpha. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pendekatan pendidikan pemilih yang sesuai dengan karakteristik generasi muda, kebutuhan informasi, dan pola komunikasi mereka.
“Generasi muda bukan hanya objek dalam demokrasi, tetapi merupakan bagian penting dari masa depan demokrasi Indonesia. Karena itu, pengetahuan yang benar mengenai pemilu, kepemiluan, dan pentingnya menggunakan hak pilih harus dipersiapkan sejak sekarang,” jelas Ibnu Muslim.
Ia berharap generasi muda tidak hanya memahami mekanisme pemungutan suara, tetapi juga mampu menilai informasi secara kritis, menghindari penyebaran informasi yang keliru, serta menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang rasional.
Dorong Partisipasi Pemilih yang Cerdas dan Bertanggung Jawab
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab antara pemateri dengan para siswa. Peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai demokrasi, hak pilih, dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu.
Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Way Kanan berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pemilih pemula yang cerdas, rasional, kritis, dan bertanggung jawab.
Para peserta juga diharapkan mampu menjadi agen pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dengan menyebarkan pemahaman yang benar mengenai pemilu.
Pendidikan pemilih yang dilakukan sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, meningkatkan kesadaran politik masyarakat, serta mendorong partisipasi publik yang berkualitas pada penyelenggaraan Pemilu 2029 mendatang.














