Dinas Koperasi Dan UKM Kota Bandar Lampung Mencatat Sekitar 200 Koperasi Tidak Lagi Aktif Beroperasi

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WARTALENSAINDONESIA, Bandar Lampung —  Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung telah mencatat sekitar 200 koperasi di Bandar Lampung, saat ini tidak lagi aktif beroperasi. Kondisi ini membuat jumlah koperasi yang berjalan menurun cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung Riana Apriana menjelaskan, dari sekitar 500 koperasi yang tercatat sebelumnya, kini hanya 316 koperasi yang masih aktif.

“Jumlah itu terdiri dari 190 koperasi konvensional dan 126 Koperasi Merah Putih,” ungkap Riana, 18/02/2026.

Menurutnya, tidak aktifnya ratusan koperasi tersebut diduga karena pengurus tidak lagi menjalankan kegiatan organisasi, dan tidak menggelar rapat anggota tahunan, serta tidak menjalankan aktivitas usaha sebagaimana mestinya.

Diskop UKM Kota Bandar Lampung pun telah mengusulkan pembubaran koperasi yang sudah lama tidak beroperasi kepada pemerintah pusat. Pasalnya, kewenangan pembubaran koperasi berada di tingkat kementerian.

“ Usulan pembubaran sudah kami sampaikan ke kementerian terkait. Namun statusnya belum resmi dibubarkan karena kami hanya mengajukan usulan,” jelasnya.

Baca Juga:  Disperindag Kota Bandar Lampung Pastikan UMKM Perbolehkan Menjajakan Takjil

Sementara, terhadap koperasi yang masih aktif, pihaknya terus melakukan pembinaan dan pendampingan secara berkala. Evaluasi juga dilakukan setiap tahun untuk menentukan kategori koperasi sehat dan koperasi berprestasi.

Selain pembinaan koperasi, Diskop UKM juga memfokuskan untuk mendorong pengembangan pelaku UMKM, salah satunya melalui bantuan pembuatan kemasan produk. Program ini bahkan pernah digratiskan bagi 39 pelaku UMKM yang mendaftar lebih awal atas inisiatif Wali Kota Eva Dwiana.

Menurut Riana, program tersebut bertujuan membantu pelaku usaha pemula agar memiliki kemasan produk yang menarik sehingga meningkatkan nilai jual.

“Di daerah lain biasanya minimal pemesanan seribu kemasan, tapi di sini 50 pcs pun kami layani,” katanya.

Hingga kini, tercatat sebanyak 51 pelaku UMKM telah memanfaatkan layanan tersebut. Bahkan pelaku usaha yang baru mencoba memproduksi barang juga diperbolehkan memesan kemasan dalam jumlah kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wartalensaindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FORMAL: NEGARA WAJIB HADIR, SELESAIKAN SEGERA PERSOALAN REGISTER 44
LIM Desak Keterbukaan DLH Lampung Terkait Persoalan Lingkungan
Bupati Way Kanan Kunjungi Pasien MOW di RSHK Baradatu Peringati Harganas ke-33
Tiga Terduga Pelaku Pencurian Getah Karet PT BLS Diamankan Polsek Pakuan Ratu
Semangat Gotong Royong Warnai Pembersihan Saluran Irigasi di Kampung Pisang Indah
Bupati Ayu Asalasiyah Evaluasi Kinerja Mal Pelayanan Publik Way Kanan, Dorong Peningkatan Kualitas Layanan
Pemkab Way Kanan Benahi Mal Pelayanan Publik, Siapkan Layanan Lebih Modern dan Inklusif
Bupati Ayu Asalasiyah Resmi Buka Porkab Way Kanan 2026 Cabang Sepak Bola
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:47 WIB

FORMAL: NEGARA WAJIB HADIR, SELESAIKAN SEGERA PERSOALAN REGISTER 44

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:30 WIB

LIM Desak Keterbukaan DLH Lampung Terkait Persoalan Lingkungan

Senin, 29 Juni 2026 - 15:03 WIB

Bupati Way Kanan Kunjungi Pasien MOW di RSHK Baradatu Peringati Harganas ke-33

Senin, 29 Juni 2026 - 15:02 WIB

Tiga Terduga Pelaku Pencurian Getah Karet PT BLS Diamankan Polsek Pakuan Ratu

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:59 WIB

Semangat Gotong Royong Warnai Pembersihan Saluran Irigasi di Kampung Pisang Indah

Berita Terbaru

Bandar Lampung

LIM Desak Keterbukaan DLH Lampung Terkait Persoalan Lingkungan

Kamis, 27 Agu 2026 - 13:30 WIB