WARTALENSAINDONESIA, PESAWARAN – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi kontribusi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayat Gerning, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, yang selama lebih dari tiga dekade konsisten mencetak generasi muda berilmu, berakhlak, dan berkarakter.
Apresiasi tersebut disampaikan Jihan saat menghadiri Khotmil Qur’an dan Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Hidayat Gerning, Minggu (14/6/2026).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Hidayat yang terus konsisten mencetak generasi-generasi berkualitas, yang menjadi pondasi bangsa Indonesia,” ujar Jihan.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki pemahaman agama dan akhlak yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Jihan menilai keberadaan Ponpes Al-Hidayat telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Lampung. Selama lebih dari 37 tahun berdiri, pesantren tersebut terus melahirkan lulusan melalui program tahfiz, pendidikan Al-Qur’an, maupun pendidikan formal.
“Ini adalah sumbangsih terbaik yang terus diberikan secara konsisten oleh Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning untuk Lampung dan Indonesia,” katanya.
Dalam sambutannya, Jihan juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Karena itu, ia menegaskan kesuksesan tidak lagi hanya diukur dari kekayaan, jabatan, ataupun popularitas.
“Orang hebat masa kini adalah mereka yang terus mengabdi dan konsisten memberikan karya terbaiknya, meskipun dimulai dari hal-hal kecil. Termasuk mereka yang mendirikan dan mengelola lembaga pendidikan serta mencetak generasi-generasi berkualitas,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan penghargaan kepada para pengasuh dan pengelola pesantren yang selama puluhan tahun tetap istiqamah menjalankan pendidikan keagamaan bagi para santri.
“Selama 37 tahun pondok pesantren ini berdiri tanpa lelah dan tanpa pamrih, terus mengawal pendidikan dan ilmu keagamaan bagi para santri. Ini merupakan hal yang sangat luar biasa,” katanya.
Jihan menegaskan Al-Qur’an harus tetap menjadi pedoman utama dalam membentuk karakter, memperkuat keimanan, dan membimbing generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai agama.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus mendukung pengembangan pondok pesantren dan para penghafal Al-Qur’an melalui berbagai program pembinaan dan bantuan.
“Insyaallah tahun ini ada perhatian khusus bagi hafiz dan hafizah melalui program bantuan insentif. Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian kepada pondok pesantren dan rumah-rumah ibadah,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Jihan menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan terus memperkuat sinergi dalam mendukung kemajuan pondok pesantren sebagai salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak.














