WARTALENSAINDONESIA, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal tengah mengembangkan strategi besar ekonomi berbasis pariwisata (tourism-based economy). Strategi ini dieksekusi melalui percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan provinsi di jalur pesisir selatan yang membagi wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, hingga Tanggamus.
Hasil dari peningkatan konektivitas ini mulai dirasakan nyata oleh masyarakat dan wisatawan. Salah satu tolok ukur utamanya adalah pemangkasan waktu tempuh pada rute Bandar Lampung–Teluk Kiluan–Gigi Hiu yang sebelumnya memakan waktu hingga 4 jam perjalanan, kini dapat ditempuh hanya dalam waktu 2,5 jam.
“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi besar. Karena itu, aksesnya harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat,” ujar Gubernur yang akrab disapa Mirza tersebut.
Perbaikan konektivitas dimulai dari titik vital, yakni pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin sepanjang 5,888 kilometer yang menjadi gerbang utama menuju kawasan wisata pesisir Kabupaten Pesawaran.
Selama ini, ruas jalan selebar 5 meter tersebut menjadi titik kemacetan parah saat musim liburan, dengan volume lalu lintas mencapai 7.500 kendaraan di akhir pekan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar guna memperlebar jalan menjadi 14 meter, lengkap dengan konstruksi beton (rigid pavement), sistem drainase, bahu jalan, serta perlengkapan keselamatan lalu lintas.
Sementara itu, untuk ruas Padang Cermin menuju Teluk Kiluan, penanganan dipercepat melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan nilai kontrak Rp48,2 miliar. Intervensi di titik-titik prioritas yang mengalami kerusakan berat ini ditargetkan mendongkrak tingkat kemantapan jalan dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen.
“Kalau jalur Pesawaran sampai Tanggamus tersambung dengan baik, maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar terhadap ekonomi daerah,” jelas Gubernur Mirza.
Pembenahan infrastruktur juga menyasar ruas Teluk Kiluan menuju Pantai Gigi Hiu (Simpang Umbar), Kabupaten Tanggamus. Destinasi yang terkenal hingga mancanegara karena gugusan batu karang eksotis berlatar Samudra Hindia ini sebelumnya terkendala akses yang ekstrem.
Pada tahap awal, Pemprov Lampung membangun jalan beton (rigid pavement) sepanjang 2,6 kilometer dengan kucuran anggaran sebesar Rp23,9 miliar.
Menurut Gubernur Mirza, jalan yang mulus harus menjadi pengungkit bagi ekosistem pariwisata terintegrasi yang mampu menggerakkan sektor perikanan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ekonomi kreatif, hingga melancarkan distribusi hasil bumi warga.
“Percuma kalau jalan sudah bagus tetapi ekosistemnya tidak dibangun. Karena itu kita dorong agar investasi, ekonomi kreatif, budaya, dan sektor wisata tumbuh bersama,” tegasnya.
Masyarakat dan pelaku wisata pesisir menyambut antusias transformasi ini. Dengan wajah baru infrastruktur yang lebih cepat dan nyaman, jalur pesisir Lampung diproyeksikan menjadi magnet wisata unggulan yang mendongkrak perekonomian daerah secara signifikan.














