WARTALENSAINDONESIA, MESUJI – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Mesuji Elfianah Khamami menebar sebanyak 33.000 bibit ikan di Sungai Mesuji, tepatnya di kawasan Jembatan Pasar Kota Terpadu Mandiri (KTM), Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program prioritas Desaku Maju yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya perikanan.
Dalam program restocking itu, Pemerintah Provinsi Lampung menyalurkan 20.000 bibit ikan yang terdiri dari 13.000 benih ikan mas, 5.000 benih nila, 1.000 benih baung, dan 1.000 benih bawal. Sementara Pemerintah Kabupaten Mesuji turut melepas 13.000 bibit ikan yang terdiri atas 10.000 benih lele dan 3.000 benih nila.
Gubernur Mirza mengatakan penebaran benih ikan di perairan umum merupakan langkah untuk menjaga keberlanjutan populasi ikan sekaligus memaksimalkan potensi sungai sebagai sumber pangan dan mata pencaharian masyarakat.
“Kita Pemprov bersama Kabupaten Mesuji akan menebar bibit ikan. Ada ikan bawal, ikan baung, ikan lele, ikan nila. Agar ekosistem dan populasi ikan di sungainya tetap terjaga, serta ke depan bisa menjadi pendapatan yang baik bagi masyarakat Kabupaten Mesuji,” ujarnya.
Menurut Mirza, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan.
Karena itu, ia meminta camat, kepala desa, serta seluruh perangkat daerah untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak menggunakan cara-cara yang merusak dalam menangkap ikan.
“Ini ada harapan dari saya, mohon dijaga ikannya. Terutama disosialisasikan kepada masyarakat. Tidak disetrum dan tidak diputas. Kalau dijala boleh, dipancing boleh. Tapi jangan disetrum atau diputas karena yang kecil-kecil ikut mati,” tegasnya.
Mirza menjelaskan bibit ikan yang ditebar merupakan hasil pembenihan di fasilitas milik pemerintah di Bandar Lampung. Proses produksi benih tersebut memerlukan waktu, tenaga, dan biaya, sehingga perlu dijaga agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini bibitnya dari Bandar Lampung, jauh. Dipijah setengah mati. Mereka memijah berharap kalau besar bisa menjadi pendapatan masyarakat Kabupaten Mesuji. Jadi kalau disetrum, kasihan yang sudah membuat dan memijah ikan ini. Saya titip untuk dijaga,” katanya.
Melalui kegiatan restocking ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap populasi ikan di Sungai Mesuji terus meningkat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor perikanan.














