WARTALENSAINDONESIA, TULANG BAWANG – Penantian masyarakat selama lebih dari tiga dekade untuk menikmati akses jalan yang layak di ruas Gedong Aji–Umbul Mesir akhirnya mulai terwujud. Pembangunan jalan provinsi yang telah dimulai sejak April 2026 kini menunjukkan progres signifikan dan mulai memberikan dampak langsung terhadap mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Perkembangan pembangunan tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Rabu (24/6/2026). Ruas jalan sepanjang 5,6 kilometer yang menghubungkan kawasan Rawa Jitu hingga Umbul Mesir saat ini memasuki tahap akhir peningkatan sebelum dilakukan pengecoran beton atau rigid pavement.
Menurut Gubernur Mirza, pembangunan infrastruktur ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian.
“Alhamdulillah hari ini sudah mulai baik. Tinggal asphalt, layer concrete, lalu di-rigid. Insyaallah September, paling lama Oktober sudah selesai,” ujar Mirza saat meninjau lokasi pekerjaan.
Sebelum proyek dimulai, kondisi jalan yang rusak berat membuat perjalanan dari Kampung Sumber Agung menuju Aji Mesir memakan waktu hingga satu jam. Kini, meski pembangunan belum sepenuhnya selesai, waktu tempuh telah berkurang drastis menjadi sekitar lima menit.
Perubahan tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Kepala kampung mengungkapkan akses yang sebelumnya sulit kini jauh lebih mudah dilalui.
“Yang tadinya satu jam dari Sumber Agung sampai Aji Mesir, sekarang lima menit sudah nyampe,” ujarnya.
Mirza menegaskan percepatan akses tersebut terjadi bahkan sebelum lapisan beton selesai dikerjakan.
“Ini belum rigid, masih base. Belum selesai total,” katanya.
Selain meningkatkan konektivitas, pembangunan jalan juga mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Nilai tanah di sepanjang ruas jalan dilaporkan mengalami kenaikan hingga dua kali lipat, sementara harga gabah basah di tingkat petani meningkat hingga sekitar Rp7.000 per kilogram seiring semakin lancarnya distribusi hasil panen.
Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan langkah lanjutan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui bantuan mesin pengering (dryer) bagi petani.
“Besok kita kasih dryer, naik lagi jadi Rp8.500,” tegas Mirza.
Melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan dukungan sektor pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung berharap biaya logistik dapat terus ditekan, distribusi hasil panen menjadi lebih efisien, nilai jual komoditas meningkat, dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tulang Bawang semakin membaik secara berkelanjutan.














