WARTALENSAINDONESIA, Bandar Lampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung tegaskan komitmennya untuk memberikan respons cepat terhadap warga yang mengalami musibah maupun kondisi darurat kesehatan. Upaya ini menjadi langkah pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan perhatian dan bantuan saat menghadapi kesulitan.
WaliKota Eva Dwiana mengatakan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana maupun masalah kesehatan.
Menurutnya, Pemerintah Kota Bandar Lampung terus berkomitmen membantu masyarakat yang terdampak musibah, baik akibat bencana alam maupun kondisi darurat kesehatan yang memerlukan penanganan segera.
Ia berharap bantuan yang diberikan pemerintah dapat membantu proses pemulihan warga, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun yang rumahnya rusak akibat bencana.
“Harapan kami, bantuan ini dapat membantu proses pengobatan berjalan dengan baik dan anak-anak bisa kembali sehat. Begitu juga bagi warga yang rumahnya terdampak bencana, semoga dapat segera diperbaiki,” katanya.
Eva Dwiana menjelaskan bahwa besaran bantuan bagi warga yang terdampak bencana alam disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami, yakni berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta.
Sementara itu, untuk warga yang mengalami kondisi darurat kesehatan, pemerintah kota menyediakan bantuan hingga Rp20 juta yang dapat digunakan untuk biaya medis serta akomodasi selama menjalani perawatan.
Meski demikian, ia berharap masyarakat tidak hanya melihat nilai nominal bantuan yang diberikan, tetapi juga melihat kehadiran pemerintah sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya.














