Atasi Keterbatasan Fiskal, Gubernur Mirza Dorong Penerbitan Obligasi dan Sukuk Daerah di Sumbagsel

Avatar photo

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WARTALENSAINDONESIA, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong penguatan Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah sebagai instrumen pembiayaan alternatif bagi pemerintah daerah. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mendukung percepatan pembangunan, memperkuat kemandirian fiskal, serta mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat dan pajak konvensional.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat membuka kegiatan Sosialisasi Penerbitan Obligasi/Sukuk Daerah kepada Pemerintah Daerah se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Grand Mercure Bandar Lampung, Senin (18/5/2026).

Gubernur yang akrab disapa Mirza ini menegaskan, tantangan pembangunan ke depan menuntut kepala daerah agar lebih berani berinovasi dalam membiayai proyek-proyek strategis dan produktif di wilayahnya.

“Ketika kita berbicara tentang masa depan pembangunan daerah, kita berbicara tentang bagaimana daerah harus lebih berani berpikir maju, lebih mandiri, dan lebih inovatif. Karena itu, diperlukan instrumen pembiayaan baru yang mampu mendukung percepatan pembangunan,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur Mirza memaparkan, meski Lampung saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera—dan menjadi yang terbaik di sektor primer—capaian tersebut belum berbanding lurus dengan kapasitas fiskal daerah. Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih terbatas pada pajak kendaraan bermotor, pajak alat berat, dan retribusi, sementara kebutuhan pelayanan publik untuk 9,5 juta penduduk terus meningkat.

Ia juga menyoroti fenomena aliran modal keluar (capital outflow) akibat belum optimalnya pengelolaan sumber daya alam. Komoditas unggulan seperti gabah dan kopi Lampung kerap dikirim ke luar daerah dalam bentuk mentah, lalu kembali diperdagangkan ke Lampung sebagai produk jadi dengan harga berlipat ganda.

“Ini adalah bentuk capital outflow yang terus terjadi, sehingga sektor primer belum sepenuhnya menjadi penggerak kesejahteraan daerah. Obligasi dan sukuk daerah memungkinkan pemerintah daerah memiliki sumber pembiayaan alternatif untuk membangun proyek-proyek produktif dan hilirisasi yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang,” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Tebar 33 Ribu Bibit Ikan di Sungai Mesuji, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Mirza menambahkan, keberhasilan instrumen pembiayaan ini membutuhkan kesiapan regulasi, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui sinergi antara pemerintah pusat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pelaku pasar modal.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menilai wilayah Sumbagsel—yang meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung—memiliki ekosistem ekonomi yang sangat layak untuk mengembangkan skema pembiayaan bersama melalui pasar modal.

Arifin berharap Sumbagsel dapat menjadi pelopor sekaligus role model (daerah percontohan) penerbitan obligasi dan sukuk daerah di Indonesia guna mengatasi keterbatasan APBD.

“Upaya mendorong penerbitan obligasi dan sukuk daerah sedang menjadi perhatian serius sebagai alternatif pembiayaan pembangunan. Penerbitan obligasi daerah sebenarnya tidak rumit. Yang penting adalah mekanisme yang sederhana, efektif, dan mudah diterapkan,” ungkap Arifin.

Ia mencontohkan potensi besar Lampung di sektor perdagangan internasional melalui Pelabuhan Panjang yang menopang ekspor kopi nasional dengan nilai transaksi mencapai triliunan rupiah. Menurutnya, aset strategis seperti ini dapat menjadi dasar penjaminan dan pengembangan proyek berbasis obligasi daerah.

Arifin juga merujuk pada keberhasilan negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Singapura yang memanfaatkan obligasi daerah untuk melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung dalam membiayai infrastruktur publik yang menguntungkan.

“Dengan sinergi yang baik, kita dapat menghadirkan sumber pembiayaan baru yang dikelola secara profesional dan transparan untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wartalensaindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadiri Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Hidayat, Wagub Jihan Apresiasi Peran Pesantren Cetak Generasi Berakhlak
Gubernur Mirza Dorong Revitalisasi Desa Budaya, Perkuat Identitas dan Pariwisata Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir, Akses Warga Kini Jauh Lebih Cepat
Gubernur Mirza Tebar 33 Ribu Bibit Ikan di Sungai Mesuji, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga
Pimpin Rakerda YKI Lampung, Wagub Jihan Perkuat Program Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker
Wagub Jihan Dorong Percepatan Digitalisasi Keuangan, QRIS Tap Resmi Diterapkan di Smart BRT Itera
Gubernur Mirza Bentuk Tim Khusus Optimalkan PNBP Kehutanan, Dorong Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Gubernur Mirza Bentuk Tim Khusus Optimalkan PNBP Kehutanan, Dorong Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:58 WIB

Hadiri Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Hidayat, Wagub Jihan Apresiasi Peran Pesantren Cetak Generasi Berakhlak

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:16 WIB

Gubernur Mirza Dorong Revitalisasi Desa Budaya, Perkuat Identitas dan Pariwisata Lampung

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:17 WIB

Gubernur Mirza Tinjau Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir, Akses Warga Kini Jauh Lebih Cepat

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:14 WIB

Gubernur Mirza Tebar 33 Ribu Bibit Ikan di Sungai Mesuji, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:12 WIB

Pimpin Rakerda YKI Lampung, Wagub Jihan Perkuat Program Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker

Berita Terbaru

Bandar Lampung

LIM Desak Keterbukaan DLH Lampung Terkait Persoalan Lingkungan

Kamis, 27 Agu 2026 - 13:30 WIB