Pertama di Lampung, Gubernur Mirza Kenalkan “Puspa” dan “Muli Sikop”, Dua Anak Harimau Sumatra Lahir di Lembah Hijau

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WARTALENSAINDONESIA, BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung konservasi satwa liar dan dilindungi. Komitmen ini ditunjukkan saat ia secara resmi memperkenalkan dua anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang lahir dan dirawat di Taman Satwa Lembah Hijau, Bandar Lampung, Jumat (22/5/2026).

Dua anak harimau betina tersebut diberi nama Puspa dan Muli Sikop. Keduanya lahir pada 14 Februari 2026 dari pasangan induk Harimau Sumatra bernama Kyai Batua dan Sinta.

Kelahiran Puspa dan Muli Sikop menorehkan sejarah baru dunia konservasi daerah, karena merupakan keberhasilan pertama kelahiran Harimau Sumatra melalui program konservasi di luar habitat alami (ex-situ) di Provinsi Lampung.

Nama Puspa diberikan langsung oleh istri Gubernur Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, yang memiliki arti bunga sebagai lambang keindahan. Sementara nama Muli Sikop diambil dari bahasa daerah Lampung yang berarti “gadis cantik”.

“Alhamdulillah, Lampung mendapatkan kabar bahagia dengan lahirnya dua anak Harimau Sumatra yang sehat. Ini menunjukkan bahwa upaya konservasi yang dilakukan bersama mampu memberikan harapan bagi kelestarian satwa langka Indonesia,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur Mirza mengungkapkan rasa haru sekaligus bangganya atas kelahiran kedua bayi harimau tersebut. Pasalnya, kedua induk harimau (Kyai Batua dan Sinta) memiliki kisah masa lalu yang kelam sebagai korban jerat liar di hutan.

Kyai Batua (induk jantan) diselamatkan pada tahun 2019 setelah terkena jerat di Lampung Barat. Akibat luka parah yang membusuk, tim medis terpaksa mengamputasi kaki kanan depannya demi menyelamatkan nyawanya.

Sementara Sinta (induk betina) mengalami nasib serupa akibat terkena jerat di wilayah Bengkulu pada akhir 2024, yang membuat kaki kanan belakangnya juga harus diamputasi sebelum dievakuasi dan dirawat intensif di Lembah Hijau.

Baca Juga:  Idulfitri 1447 H di Lampung Berlangsung Aman dan Khidmat, Gubernur Tekankan Semangat Kebersamaan

“Kisah Kyai Batua dan Sinta menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ancaman jerat liar masih nyata dan membahayakan satwa dilindungi. Lahirnya dua anak harimau dari induk yang sama-sama bertahan hidup dengan tiga kaki menjadi simbol keberhasilan konservasi dan ketulusan para perawat satwa. Ini bukan hanya tentang kelahiran satwa, tetapi tentang harapan dan semangat untuk terus menjaga kekayaan alam Indonesia,” ungkap Mirza.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko. Ia membenarkan bahwa ancaman terbesar terhadap populasi Harimau Sumatra hingga saat ini masih didominasi oleh jerat liar di kawasan hutan.

Menurut Satyawan, pemasangan jerat yang sering kali berdalih untuk menangkap hama babi hutan justru kerap memakan korban satwa langka yang dilindungi.

“Jerat tidak mengenal jenis satwa. Walaupun tujuannya untuk menangkap babi hutan, jika yang terkena harimau maka dampaknya tetap sama dan sangat membahayakan,” tegas Satyawan.

Ia menambahkan bahwa Provinsi Lampung merupakan salah satu benteng habitat terpenting bagi kelangsungan hidup Harimau Sumatra. Oleh karena itu, edukasi publik agar masyarakat menghentikan pemasangan jerat hutan harus digencarkan secara kolaboratif.

“Konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Kami mengajak pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media massa, hingga para influencer untuk bersama-sama mengampanyekan pelestarian Harimau Sumatra sebagai satwa kebanggaan Indonesia dan warisan penting Pulau Sumatra,” tutupnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Mirza juga berkesempatan meninjau area satwa lain, serta berinteraksi dan berfoto bersama Gajah Sumatra bernama Mega beserta anaknya yang bernama Rawana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wartalensaindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadiri Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Hidayat, Wagub Jihan Apresiasi Peran Pesantren Cetak Generasi Berakhlak
Gubernur Mirza Dorong Revitalisasi Desa Budaya, Perkuat Identitas dan Pariwisata Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir, Akses Warga Kini Jauh Lebih Cepat
Gubernur Mirza Tebar 33 Ribu Bibit Ikan di Sungai Mesuji, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga
Pimpin Rakerda YKI Lampung, Wagub Jihan Perkuat Program Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker
Wagub Jihan Dorong Percepatan Digitalisasi Keuangan, QRIS Tap Resmi Diterapkan di Smart BRT Itera
Gubernur Mirza Bentuk Tim Khusus Optimalkan PNBP Kehutanan, Dorong Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Gubernur Mirza Bentuk Tim Khusus Optimalkan PNBP Kehutanan, Dorong Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:58 WIB

Hadiri Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Hidayat, Wagub Jihan Apresiasi Peran Pesantren Cetak Generasi Berakhlak

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:16 WIB

Gubernur Mirza Dorong Revitalisasi Desa Budaya, Perkuat Identitas dan Pariwisata Lampung

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:17 WIB

Gubernur Mirza Tinjau Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir, Akses Warga Kini Jauh Lebih Cepat

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:14 WIB

Gubernur Mirza Tebar 33 Ribu Bibit Ikan di Sungai Mesuji, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:12 WIB

Pimpin Rakerda YKI Lampung, Wagub Jihan Perkuat Program Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker

Berita Terbaru

Bandar Lampung

LIM Desak Keterbukaan DLH Lampung Terkait Persoalan Lingkungan

Kamis, 27 Agu 2026 - 13:30 WIB